This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 05 Januari 2015

Ada pintu menuju surga di rumahmu

Ada pintu menuju surga di rumahmu

 
Seorang tabi'in yang mulia Iyas bin Mu'awiyah menangis sejadi-jadinya ketika meninggal salah satu dari orang tuanya,maka dikatakan pada beliau : "mengapa anda menangis sedemikian rupa" ? Maka beliau menjawab: " tidaklah aku menangis karena kematian, karena yang hidup pasti akan mati. Akan tetapi yang membuatku menangis karena dahulu aku memiliki dua pintu ke surga, maka tertutuplah satu pintu pada hari ini dan tidak akan di buka sampai hari kiamat, aku memohon pada Allah Ta'ala agar aku bisa menjaga pintu yang ke dua...". Kedua orang tua adalah dua pintu menuju surga, yang kita dapat menikmati bau harumnya setiap pagi dan petang, Rasulullah Shallahu ‘ alaihi wasallam bersabda: الوالد أوسط أبواب الجنة فأضع ذلك الباب أو احفظه "Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia" (HR. Tirmidzi dan di shohihkan syaikh Albani rohimahullah). Iya, pintu surga yang paling tengah, yang paling indah, yang paling elok... Maka masihkah engkau sia-siakan pintu itu? Bahkan engkau haramkan dirimu tuk memasukinya? Dengan mengangkat suaramu di hadapannya? Dengan membentaknya di kala tulang-tulangnya semakin lemah karena di makan usia.., Sementara tubuhmu yang berotot kekar, dahulu telah di basuh kotorannya dengan tangannya yang kini tak bertenaga... Duhai sungguh ruginya.. Celaka ! Celaka ! Celaka ! Jika kau berani durhaka ! Rasulullah Shallahu ‘ alaihi wa Sallam bersabda : " Celaka,celaka,celaka ! dikatakan pada beliau, siapa wahai Rasulullah?, maka beliau bersabda :"Siapa saja yang menjumpai kedua orang tuanya, baik salah satu atau kedua-duanya di kala mereka lanjut usia, akan tetapi (perjumpaan tersebut) tidak memasukannya ke surga (HR. Muslim). اللهم ارزقنا البر بوالدينا و اجمعنا بهم في جنات النعيم Ya Allah, berilah kami rizki untuk berbakti kepada kedua orang tua kami, dan kumpulkanlah kami bersama mereka di surgaMu.. Aamiin ya robbal alamin

Jumat, 06 September 2013

Masalah Adalah Sahabat Sejati



Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
MASALAH adalah SAHABAT SEJATI
Hidup ini seperti awan,kadang terhempas angin yang kencang lalu menjadi hujan yang deras membasahi bumi,menghijaukan tanaman dan mengalirkan sungai.Demikian juga kadang masalah yang berat menghasilkan hikmah yang besar,bahwa kita adalah hamba yang biasa dan lemah karena itu fafirruu ilallah Berlarilah menuju Allah
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah dalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang sejati.
Kalau kita pandai bersyukur,maka kita akan menganggap masalah sebagai sahabat yang peduli dengan kehidupan kita selanjutnya.Seperti janji Alllah ‘’Barang siapa yang bersyukur akan kutambah nikmatmu’’Orang yang akan diangkat derajatnya,selalu diuji dan ujian harus berusaha kita sambut dengan senang hati.Ada problematika berarti ada ujian dari Allah,Kita musti senang karena diperhatikan Allah,tidak dicuekin.
Kita Bisa merasakan bahwa madu itu manis karena kita pernah tahu pahitnya jamu.Ketika berikhtiar,masalah sepahit empedu pun kalau kita ikhlas dan sabar menjalani prosesnya,maka tidak akan terasa berat yang kita rasakan.Selalu istiqomah menjalani prosesnya,berbaik sangka,syukuri apa yang terjadi adalah wujud kita telah menjadikan masalah adalah sahabat sejati kita.
Bunga rampai (hikmah):
Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan. Jangan hanya berhenti pada langkah pertama!
Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah msalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.
Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya. Namun bila anda terkagum pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, anda akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu. Berusahalah terus!
Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.
Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan anda.
Seorang bijak berujar. ”Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu.” Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda. Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.


Kamis, 27 Oktober 2011

3 kunci hidup

3 KUNCI HIDUP

Hidup sering diibaratkan seperti kapal. Bahtera yang kita tumpangi ini berlayar mengarungi samudra kehidupan menuju pulau impian. Hakikat pelayaran selalu bertemu dengan ombak bahkan badai. Tak jarang ada kapal yang karam karena tak mampu lagi menahan dan menghadapi ombak.
Agar perahu tidak karam maka manusia harus berhati-hati menjalankan perahunya. Harus pandai dan mengusai peralatan untuk berlayar. Harus tahu kemana arah angin berhembus, agar layar tak salah arah. Harus tahu perubahan cuaca dan peka pada keadaan sekelilingnya.
Jika demikian gambaran tentang hidup manusia di dunia, maka benarlah apa yang Allah SWT sampaikan ” Demi masa. Sungguh , manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengejakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran” (QS al Ashr: 1-3).
Waktu menjadi fokus yang teramat penting dan dominan. Karena waktu tidak pernah bisa tergantikan, berjalan tanpa dapat dihentikan. Waktu jualah, yang menjadi kunci jawaban dari masa depan seseorang. Apakah ia akan mendapatkan kehidupannya yang lebih baik atau sebaliknya. Jika waktu pergi meninggalkan kita, hanya ada dua hal yang tertinggal bersama : sesal atau amal.
Manuasia dengan menggunakan waktu dapat membuat blue print kehidupannya. Dengan demikian hidup ini memiliki tujuan dan komitmen untuk mencapai cita-citanya, sebagai mana blue print yang telah Allah buat untuk makhluk-Nya, ”Sesungguhnya tidak Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku”, (QS Ads-Dzariyat:56).
Dalam rangka mencapai tujuan hidup itu, ada tiga kunci yang harus dimiliki dan dijaga dengan sebaik-baiknya. Hal tersebut dapat menuntun kita sebagai seorang hamba untuk mencapai tingkatan atau dengan derajat tinggi dalam dua kehidupan berbeda.
BERUSAHA, langkah pertama yang harus kita lakukan. Berusaha dalam mencapai kehidupan yang lebih baik di dunia, juga berusaha untuk mencapai posisi tertinggi dalam kehidupan akhirat.
Dari langkah awal inilah, akan lahir output yang akan kita nikmati hasilnya. Dalam bentuk materi dan non materi, semuanya akan berbanding lurus dengan aktivitas ikhtiar kita memanfaatkan waktu yang terbatas.
Bersama itu, di dalamnya ada yang harus kita lalui dengan bijak. Yakni, bagaimana dalam berusaha kita mampu untuk bekerja keras, kerja cerdas dan tentunya bekerja ikhlas,
” .. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya..”(QS Al-A’raf:29).
Imam Hasan Al-Banna mengatakan, ”kewajiban lebih banyak dibanding waktu yang tersedia”. Atas dasar itu, tentu semua orang ingin mendapatkan hasil yang terbaik. Allah menyampaikan bahwa hanya orang yang beriman dan mengerjakan kebajikanlah yang tidak dalam sumpah-Nya sebagai orang yang merugi.
BERSABAR, menjadi langkah penguat pondasi ikhtiar yang kita buat. Agar kita dapat menjaga keyakinan bahwa segala yang terjadi memiliki cerita terbaik bagi kehidupan kita ”Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan. Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya. Mereka itulah penghuni suraga; mereka kekal di dalamnya,” (QS al-A’raf:42).
Orang-orang sabar, merekalah para pemenang, sehingga diberikan penghargaan yang tinggi oleh Allah SWT, bahwa Dia akan bersama dengan orang-orang yang sabar.
Dengan sabar pula, Allah menjadikannya sebagai alat untuk mendapatkan pertolongan-Nya. Melalui sabar, usaha yang kita kerjakan akan terbentengi dari tipu daya syetan dari golongan jin dan manuasia, sehingga kita sebagai seorang hamba mampu untuk terus belajar dari setiap kegagalan, tanpa harus kehilangan nikmat-Nya, ”Wahai naak cucu Adam ! janganlah sampai kamu tertipu oleh syetan sebagaimana halnya dia (syetan) telah mengeluarkan ibu Bapakmu dari sorga ... ”. (QS al-A’raf:27).
BERSYUKUR, menjadi pengikat dari dua kunci kehidupan sebelumnya. Inilah yang menentukan kepuasan dari hasil akhir, pencerminan diri kita dalam memanfaatkan segala potensi diri atau sumber daya yang ada.
Syukur, juga menjadi jaminan akan bertambahnya nikmat Allah kepada kita. Selain ancaman bagi mereka yang mengingkarinya, yakni azab yang pedih ”...Sesunguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (Nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim:7)
Dengan bersyukur pula kita akan mampu mengevaluasi atas output yang kita terima dari dua rangkaian kunci hidup tersebut. Sebab, apa yang kita dapat merupakan hasil dari perbuatan kita sendiri. Semakin banyak amal perbuatan positif yang kita kerjakan, maka akan semakin tinggi nilai tabungan positifnya.
Tiga kunci tersebut, nantinya akan menjadi penentu terbukanya pintu-pintu rezeki, tercukupinya segala kebutuhan kita. Dan yang lebih penting adalah semakin dekatnya kita kepada Sang Khalik.
Lantas, apakah kita mau untuk selalu berusaha, kemudian bersabar dengan segala proses yang digariskan oleh-Nya dan bersyukur menikmati semua pemberian Allah SWT. Jadi mari kita gunakan tiga kunci hidup itu dengan sebaik-baiknya, demi masa depan yang jauh lebih baik. Dalam kehidupan sementara, atau pun kehidupan abadi di akhirat nanti.
Semoga bermanfaat yaa artikel ini

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com