This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 27 Oktober 2011

3 kunci hidup

3 KUNCI HIDUP

Hidup sering diibaratkan seperti kapal. Bahtera yang kita tumpangi ini berlayar mengarungi samudra kehidupan menuju pulau impian. Hakikat pelayaran selalu bertemu dengan ombak bahkan badai. Tak jarang ada kapal yang karam karena tak mampu lagi menahan dan menghadapi ombak.
Agar perahu tidak karam maka manusia harus berhati-hati menjalankan perahunya. Harus pandai dan mengusai peralatan untuk berlayar. Harus tahu kemana arah angin berhembus, agar layar tak salah arah. Harus tahu perubahan cuaca dan peka pada keadaan sekelilingnya.
Jika demikian gambaran tentang hidup manusia di dunia, maka benarlah apa yang Allah SWT sampaikan ” Demi masa. Sungguh , manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengejakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran” (QS al Ashr: 1-3).
Waktu menjadi fokus yang teramat penting dan dominan. Karena waktu tidak pernah bisa tergantikan, berjalan tanpa dapat dihentikan. Waktu jualah, yang menjadi kunci jawaban dari masa depan seseorang. Apakah ia akan mendapatkan kehidupannya yang lebih baik atau sebaliknya. Jika waktu pergi meninggalkan kita, hanya ada dua hal yang tertinggal bersama : sesal atau amal.
Manuasia dengan menggunakan waktu dapat membuat blue print kehidupannya. Dengan demikian hidup ini memiliki tujuan dan komitmen untuk mencapai cita-citanya, sebagai mana blue print yang telah Allah buat untuk makhluk-Nya, ”Sesungguhnya tidak Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku”, (QS Ads-Dzariyat:56).
Dalam rangka mencapai tujuan hidup itu, ada tiga kunci yang harus dimiliki dan dijaga dengan sebaik-baiknya. Hal tersebut dapat menuntun kita sebagai seorang hamba untuk mencapai tingkatan atau dengan derajat tinggi dalam dua kehidupan berbeda.
BERUSAHA, langkah pertama yang harus kita lakukan. Berusaha dalam mencapai kehidupan yang lebih baik di dunia, juga berusaha untuk mencapai posisi tertinggi dalam kehidupan akhirat.
Dari langkah awal inilah, akan lahir output yang akan kita nikmati hasilnya. Dalam bentuk materi dan non materi, semuanya akan berbanding lurus dengan aktivitas ikhtiar kita memanfaatkan waktu yang terbatas.
Bersama itu, di dalamnya ada yang harus kita lalui dengan bijak. Yakni, bagaimana dalam berusaha kita mampu untuk bekerja keras, kerja cerdas dan tentunya bekerja ikhlas,
” .. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya..”(QS Al-A’raf:29).
Imam Hasan Al-Banna mengatakan, ”kewajiban lebih banyak dibanding waktu yang tersedia”. Atas dasar itu, tentu semua orang ingin mendapatkan hasil yang terbaik. Allah menyampaikan bahwa hanya orang yang beriman dan mengerjakan kebajikanlah yang tidak dalam sumpah-Nya sebagai orang yang merugi.
BERSABAR, menjadi langkah penguat pondasi ikhtiar yang kita buat. Agar kita dapat menjaga keyakinan bahwa segala yang terjadi memiliki cerita terbaik bagi kehidupan kita ”Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan. Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya. Mereka itulah penghuni suraga; mereka kekal di dalamnya,” (QS al-A’raf:42).
Orang-orang sabar, merekalah para pemenang, sehingga diberikan penghargaan yang tinggi oleh Allah SWT, bahwa Dia akan bersama dengan orang-orang yang sabar.
Dengan sabar pula, Allah menjadikannya sebagai alat untuk mendapatkan pertolongan-Nya. Melalui sabar, usaha yang kita kerjakan akan terbentengi dari tipu daya syetan dari golongan jin dan manuasia, sehingga kita sebagai seorang hamba mampu untuk terus belajar dari setiap kegagalan, tanpa harus kehilangan nikmat-Nya, ”Wahai naak cucu Adam ! janganlah sampai kamu tertipu oleh syetan sebagaimana halnya dia (syetan) telah mengeluarkan ibu Bapakmu dari sorga ... ”. (QS al-A’raf:27).
BERSYUKUR, menjadi pengikat dari dua kunci kehidupan sebelumnya. Inilah yang menentukan kepuasan dari hasil akhir, pencerminan diri kita dalam memanfaatkan segala potensi diri atau sumber daya yang ada.
Syukur, juga menjadi jaminan akan bertambahnya nikmat Allah kepada kita. Selain ancaman bagi mereka yang mengingkarinya, yakni azab yang pedih ”...Sesunguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (Nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim:7)
Dengan bersyukur pula kita akan mampu mengevaluasi atas output yang kita terima dari dua rangkaian kunci hidup tersebut. Sebab, apa yang kita dapat merupakan hasil dari perbuatan kita sendiri. Semakin banyak amal perbuatan positif yang kita kerjakan, maka akan semakin tinggi nilai tabungan positifnya.
Tiga kunci tersebut, nantinya akan menjadi penentu terbukanya pintu-pintu rezeki, tercukupinya segala kebutuhan kita. Dan yang lebih penting adalah semakin dekatnya kita kepada Sang Khalik.
Lantas, apakah kita mau untuk selalu berusaha, kemudian bersabar dengan segala proses yang digariskan oleh-Nya dan bersyukur menikmati semua pemberian Allah SWT. Jadi mari kita gunakan tiga kunci hidup itu dengan sebaik-baiknya, demi masa depan yang jauh lebih baik. Dalam kehidupan sementara, atau pun kehidupan abadi di akhirat nanti.
Semoga bermanfaat yaa artikel ini

Rabu, 19 Oktober 2011

Indahnya Sedekah

Kalau Mau Sedekah Gak Usah tunggu Kaya
Sahabat, maaf sebelumnya kalau pernah ada yang baca tentang Bai Fang Li. Seorang yang istimewa. Istimewa bukan karena dudukan dan harta, istimewa bukan karena kemewahan dan jabatannya. Namun istimewa karena apa yang ada di hatinya, yaitu kedermawanan.
Tentu kita kenal dengan Oprah Winfrey. Jika dia menyumbang ratusan dan ribuan dolar, tentu kita kagum namun tidaklah terkejut. Mungkin juga rajanya microsoft, Bill Gates yang mendermakan jutaan dolar, kita juga barangkali menganggap hal hebat yang biasa saja. Namun saat kita diperlihatkan kedermawanan dari orang yang dalam kesusahan, itu adalah hal yang tentunya mengetuk hati kita. Berikut adalah  cerita tentang Bai Fang Li. File ini telah ada di komputer saya sejak lama. Tidak ada salahnya saya bagikan kepada sahabat.......
BAI FANG LI adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.
Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.
Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.
Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.
Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana ia biasa merebahkan tubuhnya beristirahat, diruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, diruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin diambilnya dari tempat sampah dimana biasa ia makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Di pojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang biasa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubuk tua itu bila malam telah menjelang.
Bai Fang Li tinggal sendirian digubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apakah ia mempunyai sanak saudara sedarah. Tapi nampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya, karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong.Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.
Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkannya kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.
Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar dimukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.
Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.
Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.
“Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya….” jawab anak itu.
“Orang tuamu dimana…?” tanya Bai Fang Li.
“Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…” sahut anak itu.
Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.


Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.
Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.
Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam delapan malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan pembeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.
Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmmm… tapi masih cukup bagus… gumannya senang.
Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.
“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.
Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.
Bai Fang Li berkata, “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan……” katanya dengan sendu.  Semua guru di sekolah itu menangis……..
dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 ( setara 470  juta rupiah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu
Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan ” Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luar biasa”.
Sahabat kita bisa melihat di cerita ini bahwa seorang tukang becak saja bisa meringankan beban orang lain dikarenakan ada kemauan
Kalau memang ada kemauan membantu kenapa harus menunggu kaya dari sekarang bisa !!!!!
Ingat harta yang kita miliki sekarang tidak akan abadi akan tetapi harta yang kita berikan kepada orang miskin atau orang yang kesusahan itu malah  akan menjadi tabungan kebaikan kita selamanya
Dan ingat sahabat dan janganlah menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan adalah tidak mau membantu orang lain yang lagi kesusahan atau membutuhkan uluran tangan kita karena takut miskin

Semoga bermkmanfaat yaa

Rabu, 12 Oktober 2011

Action is Power

 ACTION IS POWER !!!! TALK LESS DO MORE

langkah pertama yang menentukan baik buruknya suatu pekerjaan kalau awalnya baik pasti akhirnya berakhir dgn baik.Pesan moral dari kata kata mutiara pendek ini adalah tindakan. Memang benar tindakan adalah kekuatan! Action is power!
Kita mungkin punya sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani memulai
Hal ini mengingatkan saya pada ciri-ciri manusia yang menurut saya ada empat tipe tentang teori dan penerapan
Tipe pertama, yaitu orang yang tidak punya teori sekaligus tidak menerapkannya
Orang seperti ini tidak memiliki semangat dan tidak mau belajar. Kehidupannya tanpa tujuan, tanpa gairah.
Tanpa arah,Hidup hanya dijalani ala kadarnya. Inilah pilihan orang- orang yang memiliki mental kalah. Mungkin tipe ini menjadi bagian terbesar dari sebuah masyarakat yang tertinggal.
Tipe kedua, orang yang punya teori tetapi tidak ada penerapannya.
Inilah tipe orang yang senang mengumpulkan serta menyerap berbagai macam teori. Namun sayang, segudang teori yang dimilikinya, tidak mampu dipraktekan dengan tindakan nyata. Jadi, yang ada hanya teori kosong alias NATO, No Action Theori Only!
Tipe ketiga, yaitu orang yang tidak punya teori tetapi mampu menerapkanya.
Mampu menjalankan seperti yang diteorikan orang lain. Inilah tipe orang yang berorientasi pada tindakan, mau belajar dari pengalaman, teori, maupun kebijaksanaan orang lain. Tipe orang ketiga ini mungkin pada awal melangkah akan mengalami berbagai macam gangguan, kesulitan, bahkan kegagalan. Namun dia menyadari semua itu harus dihadapi sebagai pembelajaran dan pematangan mental. Di sinilah letak para otodidak sejati yang belajar melalui keberanian tindakan.
Tipe keempat, orang yang punya teori sekaligus mampu menerapkannya.
Sudah pasti tipe ini adalah orang yang mantap dan matang mentalnya, karena tert
impa oleh banyaknya problem kehidupan yang mampu dikendali kan dan diatasi. Inilah tipe orang sukses yang paling ideal. Tipe orang yang optimis, punya visi, sekaligus berani melangkah.
Ingin menjadi type yang manakah Anda? Semua pilihan tergantung di tangan Anda. Life is not theory. Life is action! Hidup bukanlah teori. Hidup adalah aksi! Action is power! Tindakan adalah kekuatan !!! 
 الفَضْلُ لِلْمُبْتدِى وَاِنْ أحْسَنَ لِلْمُقتدِى

Seribu langkah dimulai dengan langkah pertama.
Keutamaan dan kelebihan bagi siapa yang berani untuk memulai sesuatu karena setelah kita hanya dapat mengikuti dibelakangnya saja alias ngikut aja deh

Sabtu, 01 Oktober 2011

Gimana Caranya Tuk Selalu Semangat !!!

When The Money Lose Nothing Lose When The Health Lose Something Lose But When The Motivation Lose Everything Lose

                                                             
Kalau sekedar Uang hilang Ataupun Harta Hilang Mungkin Tidak Ada yang hilang Bisa Dicari lagi Urusan Sepele
Kadang kesehatan hilang Dari diri kita Mungkin sebagian dari diri kita hilang Kita Merasa dapat kerugian atau tidak bisa melakukan sesuatu Tapi Jikalau Semangat Hilang semua akan hilang mau melakukan apa apa Pasti ada rasa malas seakan akan diri kita ini tidak berdaya lagi tanpa ada semangat

Apa Sih Yang Bisa Membuat Kita selalu semangat sih!!!

Kadang perasaan manusiawi yang bisa membuat kita selalu semangat.

Terkadang juga Pujian Dan penghargaan Yang membuat kita selalu semangat

Tapi Sebenarnya Kalau kita cermati dengan baik Adanya Semangat dalam diri Kita sangat ditentukan oleh ada tidaknya TUJUAN yang jelas dan realistis
Coba Pikirkan Dirimu Berjalan mencari alamat rumah Seseorang yang tidak jelas Arah dan tujuannya.
Seperti apakah perasaanmu ketika tidak menemukan rumah seseorang yang kita cari !!!
Dalam Keadaan seperti itu,Pastilah kita bingung dan kalau bingung seperti itu mencari sesuatu tidak ketemu ketemu ,Maka kita tidak bisa SEMANGAT untuk mencari Alamat rumah tersebut.
Jadi,Pikir Ulang dan tentukan TUJUAN kita. Ok Tujuan Gak perlu tinggi tinggi yang pasti pasti aja dulu.
 Ingat, Gantungkan cita – cita mu setinggi langit jangan lupa kakimu tetap menginjak bumi
Cukup sesuatu yang pasti saja sesuai keadaan kita.
Misalkan Tujuannya Mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membantu orang tua. Ini sebagai batu loncatan untuk mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik.
Lalu bayangkan dirimu mendapatkan penghasilan yang cukup untuk membantu orang tua Bayangkan sedemikian rupa bila bayangan tersebut tampak jelas

Dan Percaya dgn keputusan anda Percaya Diri Percaya dengan Mimpi mimpi anda

Percaya Dgn segala tindakan  yang anda lakukan dan tidak terlalu banyak mendengarkan omongan orang


Bila Berhasil membayangkannya Pasti dirimu kan Semangat Semangat Yaaa 
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com